Titik Terendah


Ada waktu dimana terasa sendiri di dunia yang luas ini.

Bumi yang luas, laut yang dalam dan langit yang tak berujung.

Terkadang begitu sangat kecil hingga ingin kembali menjadi anak kecil.

“Hidup dimana tak ada beton membebani pundak. Tak merasa sesak di dada ketika dihempas oleh angin. Tak merasa hancur ketika disayat oleh sabit”.

Menjadi dewasa bukanlah pilihan, tapi keharusan.

Menjadi kokoh atau bahkan hancur adalah konsekuensi dari keharusan.

“Keharusan untuk tersenyum dikala hati gundah adalah salah satu bentuk menjadi dewasa”, kata orang-orang yang merasa dirinya dewasa.

Inilah titik terendah dari keterharusan.

Waktu tak dapat dihentikan dan waktu tak dapat diputar kembali.

Sesak bagaimanapun dada untuk menghela nafas, 

Sakit bagaimanapun kepala untuk berpikir jernih,

Perih bagaimanapun bibir untuk berucap manis,

Inilah hidup, hidup di titik terendah.
*My Black Empire of Moon*

Teknis Perawatan BCB Berbahan Kayu


 

 

 

 

Pelestarian Kerajinan Perak (Kendari Werk) di Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Provinsi Sulawesi Tenggara


ABSTRACT

Sasadara Hayunira, “Preservation Of Silver Creation (Kendari Werk) on Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) of Southeast Sulawesi.”Supervised by Nasruddin Suyuti and La Taena.

This study aimed to analyze the process of creating Kendari Werk, and to analyze the preservation and hindrance of Kendari Werk encountered by Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) of Southeast Sulawesi.

The study used the theory of adaptation by applying the action-oriented approach to seek answer to the research question of the study. Main data of the study were silversmiths and the administrative head of Dekranasda Sultra, whereas supporting data were the silver used in Kendari Werk. The researcher used the technique of descriptive qualitative analysis by means of data reduction, data display, and came to the conclusion, based on the accumulated data and evidence are valid to analyze the data.

Results of the study show that the process of crafting silver goes through the following stages: planning, preparing materials and tools, making patterns, filling out the pattern using the filigree technique, soldering, trimming, forming, and finishing. Preservation efforts that have been made by Dekranasda Sultra included trainings, cooperation, marketing and demonstrating the products, becoming facilitator, and taking part in exhibitions and jewelry contests. Among the hindrances encountered in the preservation were lack of silversmiths, demands for large capital, and rapid development of jewelry trends.

Keywords: preservation, crafting Kendari silver, Kendari Werk

 

 

ABSTRAK

Sasadara Hayunira. “Pelestarian Kerajinan Perak (Kendari Werk) di Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Provinsi Sulawesi Tenggara”, dibimbing oleh Nasruddin Suyuti dan La Taena.

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis proses pembuatan Kendari Werk, dan menganalisis pelestarian dan hambatan pelestarian Kendari Werk yang di hadapi di Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Provinsi Sulawesi Tenggara.

Penelitian ini menggunakan teori adaptasi dengan menggunakan pendekatan action-oriented dalam membantu menjawab pertanyaan penelitian. Data utama dalam penelitian adalah perajin perak dan kepala administrasi Dekranasda Sultra, dan data penunjang atau pendukungnya adalah perak Kendari Werk. Peneliti menggunakan teknik deskriptif analisis kualitatif dengan cara mereduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan berdasar pada akumulasi kesimpulan awal dengan bukti yang valid untuk menganalisis data.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses pembuatan perak terdiri atas perencanaan, menyiapkan alat dan bahan, membuat pola, mengisi pola dengan teknik filigree, dipatri, perapian, pembentukan, dan finishing. Pelestarian yang dilakukan Dekranasda Sultra yaitu mengadakan pelatihan, menjalin kerjasama, melakukan pemasaran dan demo produk, menjadi fasilitator, dan mengikuti pameran dan lomba perhiasan. Sedangkan hambatan pelestarian yang dihadapi diantaranya kurangnya tenaga perajin, merupakan usaha dengan modal besar, dan pesatnya laju perkembangan trend perhiasan.

Kata Kunci: Pelestarian, Pembuatan Perak Kendari, Kendari Werk

 

This is my Thesis. Thesis ini adalah tugas akhir saya pada studi S2 Pascasarjana Universitas Halu Oleo, program studi Kajian Budaya. Kuliah bulan agustus tahun 2014, dan menyelesaikan studi pada bulan agustus tahun 2016 dengan gelar Magister Sosial (M.Sos.). Untuk lengkapnya bisa hubungi saya langsung atau ke perpustakaan program studi Kajian Budaya Pascasarjana Universitas Halu Oleo, perpustakaan Pascasarjana Universitas Halu Oleo, perpustakaan Universitas Halu Oleo, atau di sitedi uho:

http://sitedi.uho.ac.id/uploads_sitedi/G2H114009_sitedi_SASADARA%20HAYUNIRA%20ABSTRAK.pdf

MASA PENDUDUKAN JEPANG DI KENDARI: Interpretasi Terhadap Tinggalan Bangunan Jepang di Kawasan TNI AU Ranomeeto , Konawe Selatan


Keyword : Tinggalan Bangunan Jepang, Arkeologi Ruang , Sejarah Budaya

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis-jenis tinggalan bangunanJepang yang berada di kawasan TNI AU Ranomeeto, fungsi dari setiap tinggalanbangunan secara individual maupun fungsinya dalam kawasan, bentuk keletakantinggalan bangunan dalam kawasan, serta faktor yang melatarbelakangipembangunan tersebut pada masa pendudukan Jepang di Kendari.Penelitian ini menggunakan teori sejarah budaya, serta menggunakankajian arkeologi keruangan dalam membantu menjawab pertanyaan penelitian.Data utama dalam penelitian adalah tinggalan bangunan, dan data penunjang ataupendukungnya adalah data artefaktual yakni temuan lepas yang ditemukandisekitar tinggalan bangunan. Peneliti menggunakan teknik observasi lapanganyaitu survei permukaan serta pendokumentasian.Hasil penelitian menunjukkan bahwa tinggalan bangunanyang ada berupastruktur jembatan dan struktur bangunan berupa dinding, ruang bersekat, kolam,sumur, dan penampungan air, dan fasilitas bangunan militer seperti bungker danbaterai. selain itu kawasan ini difungsikan sebagai basis komando dan jugadifungsikan sebagai tempat bengkel dan docking (maintenance), serta gudangperbengkelan atau peralatan dari tentara Jepang dan gudang penyimpanan bahanmakanan dan hasil bumi lainnya. Keletakan tinggalan cenderung berbentuk linear,yaitu mengikuti jaringanjalan dan sungai. Adapun faktor yang mempengaruhikeletakan tinggalan bangunan yaitu karena faktor politik, lingkungan dan ekonomi.

Deskripsi Alternatif :

The aims of the research are to find out: variety of Japan building remainsin the TNI AU Ranomeeto area, the individual function of each building remainsalthough in this area, location type of building remains, and factor that influenceto buildings up on the time of Japan occupation in the Kendari.The research used theory of cultural history and spatial archaeology, tohelp answered research questions. Main of data in this research is buildingremains and the data support is artifact data. The researcher used observation, aresurface of survey and documentation techniques to obtain the data.The results reveal that building remains are the structure of bridge andbuildings structure such as wall, room partitioned off, pool, well, and waterreception center building, and military building facility such as bunker and baterai.The functions of this areaare the basis of commando, workshop, docking(maintenance), store of garage or equipment for Japan soldier, and store to storagefoodstuff and the others agricultural product. And the location type of buildingremains is linear bent, that is to follow network of road and river. As for the factorthat influence location type of building remains are factor of politics, environment,and economy.

 

This is my Skripsi. Skripsi ini adalah tugas akhir saya pada studi S1 Universitas Hasanuddin, Jurusan Arkeologi Fakultas Sastra. Kuliah bulan agustus tahun 2008, dan menyelesaikan studi pada bulan agustus tahun 2013 dengan gelar Sarjana Sastra (S.S.). Untuk lengkapnya bisa hubungi saya langsung atau ke perpustakaan jurusan Arkeologi Universitas Hasanuddin, perpustakaan Fakultas Ilmu Budaya Universitas Hasanuddin, perpustakaan Universitas Hasanuddin, atau di perpus digital unhas:

http://repository.unhas.ac.id:4002/digilib/gdl.php?mod=browse&op=read&id=–sasadaraha-14833&PHPSESSID=f528421bf0dc3de9d7c91897eaa649fc

Tugas Mahasiswa: Mk.Arkeologi Kolonial


Video ini adalah hasil karya mahasiswa Arkeologi Universitas Halu Oleo yang dibuat sebagai tugas akhir semester pada mata kuliah Arkeologi Kolonial, semester genap T.A.2015/2016. Adapun dosen pengampu mata kuliah adalah Drs.H.Abd.Rauf Sulaiman, M.Hum dan Sasadara Hayunira, S.S.,M.Sos.

Video karya Kelompok 1 mengenai tinggalan kolonialisasi di Kota Lama Kendari, Sulawesi Tenggara:

 

Video karya Kelompok 2 mengenai tinggalan masa pendudukan Jepang di Kendari, Sulawesi Tenggara:

Perbedaan: Antara Logika dan Perasaan


Semakin bertambah usia seseorang, semakin menambah pengalaman dalam hidup yang sudah dijalani. Entah sudah seberapa jauh melangkah, seberapa tinggi untuk terbang, sebarapa kuat menerjang ombak, dan seberapa berlikunya kerikil yang dilalui. Segalanya selalu membuat cerita, baik suka maupun duka. Cerita yang selalu melibatkan logika dan perasaan yang terkadang berjalan beriringan, dan tak luput pula dari perbedaan yang kadang membuat perdebatan. Entah itu berdebat dengan logika, berdebat dengan perasaan, bahkan sering pula perdebatan terjadi antara logika dan perasaan. Tidak ada yang ingin perbedaan, namun benturan logika atau perasaan sering kali membuat perdebatan akhirnya mencair.

“Paragraf diatas adalah tulisan yang dicoba untuk dituangkan karena perbedaan mencair dari sebuah argumentasi logika yang berbeda namun tetap pada garisnya karena masih melibatkan perasaan”. Maybe, ini intinya. Sebuah pengalaman kecil yang mencoba sedikit merubah pola pikir dan sabarnya sebuah perasaan karena adanya perbedaan.

Oneday, tiba-tiba pola pikir aku berubah karena tafsiran atas argumentasi seorang teman. Darisana aku temukan kata “perbedaan”. Teman tersebut lebih tua dari aku, baik, supel, enak diajak diskusi, but sebuah persepsi merubah pandangan. Awalnya cuman curiga akan adanya perbedaan, namun pada akhirnya perbedaan itu nyata adanya.

Soal agama, sejarah, politik dan lainnya setiap orang pasti akan berbeda. Namun mengapa perbedaan justru ada di orang terdekat? Suatu ketika, aku sering bertukar pikiran sama teman SMA yang sepemahaman dan berbeda dari temanku itu, makanya kita sering bertukar informasi untuk melihat dan meraba segala fenomena sosial yang terjadi disekeliling. Ketika sepemahaman dengan teman-teman terdekat, membuat kita begitu kuat. Namun ketika perbedaan datang dari seorang yang dekat, membuat keraguan begitu berombak. Disinilah logika dan perasaan bercampur pahit. Disaat ego bertahan pada logika, namun perasaan akan persaudaraan yang bisa retak membuat gejolak yang terhempas batu karang menusuk hingga ketulang.

Dinamika yang terjadi saat ini membuat kita menjadi peneliti dinamika sosial secara tak langsung. Dimana objek dari penelitian adalah teman disekitar. Melihat, mengamati, mendeskripsi, menganalisis, menginterpretasi dan merangkumnya berdasar atas pemahaman dan pengetahuan yang dimiliki. Namun penelitian ini seakan membuat aku sebagai subjek tak mampu menganalisis dan menarik kesimpulan dengan benar. Karena logika dan perasaan yang berbenturan.

Kaget? jelas… Ingin sekali mulut berucap dan meneriakinya bahwa “yang kau anggap benar, apa yang ada di logikamu itu SALAH”. Namun, aku hanya terdiam. Mendengarkan segala argumennya yang sangat polemik. Pandangan yang sangat berbalik dan paham yang membuat merinding.
Bukan karena aku tak sanggup berkata hingga memilih untuk diam. Karena dia adalah temanku. Akankah dia menganggap hal yang sama? Entahlah…
Perbedaan yang membuat pikiran berkata: “Diakah temanku? Dia anggapkah aku temannya? Atau Dia musuh nyata negeriku dan Tuhanku? Akankah kita tetap berteman diatas perbedaan nyata ini? Bagaimanakah sikapku setelah ini?”
Perbedaan yang membuat hatiku berseru: “saat ini dia masih temanku, kuanggap perbedaan itu tak pernah ada. Hingga nanti …..”

Kini pikiranku beradu, berharap ada jawaban disana.

Secercah Cahaya Bulan


Jalan panjang telah berlalu, namun ternyata masih sangat panjang jalan di pelupuk mata…
Dulu…
Selalu ada gairah untuk melalui setiap jalan,
Namun seiring waktu berjalan, langkah kian lelah dan mata kian meredup…
Cucuran keringat, air mata, menggerakkan hati yang kelelahan…
Jalan di depan sana tampak gelap, tak ada secercah cahaya bulan…
Walau kaki terus melangkah, saat ini seakan mata tak mampu melihat…
Hanya hati yang terus menggerakkan langkah kaki, berharap jalan yang dipilih membawa ke cahaya yang terang…

Created by: BlackEmpireOfMoon

Purnama Permataku


Kerajaanku yang tenggelam,
Tenggelam bersama malam.
Tak pernah ku sangka tanpa sinar,
Seelok bulan tak bersinar.

Apa jadinya istanaku Tanpa Ratu dan Raja yang memimpin?
Apa jadinya kekaisaranku tanpa sinar dari seluruh isi dan rakyatku yang sejalan?

Bagai mata panah menusuk relung jiwaku,
Sengsara hati tak menerangi akalku.
Pelupuk mataku dipenuhi genangan air kepedihan,
Tubuhku terluka tersayat pedihnya pedang khayalan.

Ku duduk di singgasanaku,
Menunggu datangnya purnama permataku.
Tak elok terlihat rupa saat ini,
Sengsara jiwa kosong tak ada yang menyinari.

Created by: BlackEmpireOfMoon